Pengertian dan Sifat-Sifat Sumber Daya Alam

Pengertian dan Sifat-Sifat Sumber Daya Alam

Pengertian dan Sifat-Sifat Sumber Daya Alam

Terdapat banyak definisi tentang sumber daya alam. Salah satu definisi yang dapat menjelaskan pengertian sumber daya alam secara jelas adalah definisi menurut Katili. Menurut Katili (1976), sumber daya alam adalah semua unsur biofisik di lingkungan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau semua bahan yang ditemukan manusia di alam serta dapat digunakan untuk kepentingan hidupnya. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat disederhanakan bahwa sumber daya alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

 

Sumber daya alam mencakup segala objek di alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Objek tersebut misalnya sinar matahari, angin, air, dan keindahan alam. Sumber daya alam juga dapat berupa unsur tata lingkungan biofisik yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, seperti hutan, perairan darat, maupun perairan laut. Selain itu, bahan alam seperti batu bara, minyak bumi, batuan mulia, berbagai jenis logam, dan unsur radioaktif juga termasuk dalam sumber daya alam.

 

Sumber daya alam memiliki sifat-sifat tertentu. Pertama, sumber daya alam dapat menghasilkan produk utama. Maksudnya, setiap jenis sumber daya alam menghasilkan berbagai macam barang yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia, digunakan oleh banyak orang, dan berguna bagi kehidupan. Kedua, sumber daya alam dapat menghasilkan rangkaian dampak, baik yang bersifat menguntungkan maupun yang bersifat merugikan. Dampak yang bersifat menguntungkan misalnya adalah terbukanya kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat sehingga dapat mendukung pembangunan wilayah. Sementara itu, dampak yang bersifat merugikan misalnya adalah kerusakan alam dan pencemaran lingkungan. Ketiga, persebaran sumber daya alam tidak merata dan terdapat jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, terutama mineral dan batuan. Keempat, sebagian besar sumber daya alam tersimpan di dalam tanah atau di hutan. Artinya, sumber daya alam tidak dapat diperoleh dengan mudah. Diperlukan upaya lebih melalui teknik tertentu dan diperlukan biaya yang cukup besar agar sumber daya alam dapat dimanfaatkan. Kelima, ketersediaan sumber daya alam sangat ditentukan oleh nilai ekonomi suatu bahan mineral, teknologi pencarian, dan teknologi pengolahan sumber daya alam.


Baca Artikel Lainnya:

Sumber Daya Lahan

Sumber Daya Lahan

Sumber Daya Lahan

Sumber daya geologi merupakan bagian dari sumber daya alam nonhayati. Sumber daya geologi berasal dari materi penyusun bumi, sebagai hasil dari berbagai proses yang telah berlangsung sejak dahulu kala. Sumber daya geologi adalah sumber daya yang terbatas dalam persediaannya, namun semakin banyak dibutuhkan oleh manusia. Sumber daya geologi terdiri atas sumber daya lahan, sumber daya air, sumber daya mineral, dan sumber daya energi. Saat ini kita akan fokus membahas tentang sumber daya lahan.

Lahan adalah bagian ruang di permukaan bumi yang secara alamiah dibatasi oleh karakteristik tertentu. Dalam pengertian secara umum, lahan berarti tanah terbuka atau tanah garapan. Sumber daya lahan adalah lahan yang di dalamnya mengandung segala sesuatu yang dapat berperan sebagai sumber daya, baik di dalam maupun di atas permukaan bumi. Keberadaan sumber daya lahan ditentukan oleh faktor jenis tanah, elevasi (ketinggian), relief, hidrologi, penutup di atasnya, posisi, serta lokasi terhadap bencana alam yang mungkin terjadi.

Indonesia memiliki potensi sumber daya lahan yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut data tahun 2006 dari Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian, daratan Indonesia memiliki luas sebesar 192 juta hektare yang terbagi menjadi kawasan budidaya (sekitar 123 juta hektare) dan kawasan lindung (sekitar 69 juta hektare). Dari total luas kawasan budidaya, sekitar 101 juta hektare berpotensi menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Lahan ini meliputi lahan basah seluas 25,6 juta hektare, lahan kering untuk tanaman semusim seluas 25,3 juta hektare, dan lahan kering untuk tanaman tahunan seluas 50,1 juta hektare. Akan tetapi, sampai saat ini baru sekitar 47 juta hektare lahan yang sudah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Artinya, masih ada sekitar 54 juta hektare lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Lahan pertanian merupakan lahan yang penting karena dapat mendukung perekonomian nasional secara terus-menerus. Lahan pertanian mampu menghasilkan berbagai macam komoditas ekspor, baik bahan makanan pokok, sayuran, maupun buah-buahan. Hal ini tentu tidak dapat terlepas dari peran masyarakat, terutama mereka yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Seiring perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Selain lahan pertanian, terdapat sumber daya lahan lain, misalnya lahan untuk sektor kehutanan dan lahan untuk berbagai macam kegiatan lainnya. Lahan-lahan tersebut harus dapat dikelola dengan baik agar pemanfaatannya sesuai dengan kemampuan lahan dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Apabila pemanfaatan lahan sesuai dengan kemampuan lahan, maka lahan akan dapat berfungsi secara optimal. Perencanaan dan pengelolaan lahan diwujudkan dalam peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan adanya RTRW, maka setiap jenis pemanfaatan lahan harus mengacu pada peta tersebut dan peraturan perundangan yang berlaku. Setiap pelanggaran terhadap pemanfaatan lahan dapat dikenai sanksi tegas.


Baca Artikel Lainnya:

Unsur-Unsur Interpretasi Citra Pengindraan Jauh

Unsur-Unsur Interpretasi Citra Pengindraan Jauh

Unsur-Unsur Interpretasi Citra Pengindraan Jauh

Superforex.Co.Id – Kemampuan untuk menguasai teknik interpretasi citra pengindraan jauh sangat penting karena tanpa hal ini kita tidak akan dapat memperoleh informasi yang kita harapkan. Interpretasi citra dapat dilakukan secara digital maupun secara manual. Interpretasi secara digital dilakukan dengan bantuan perangkat lunak (software) pengolahan citra digital. Cara ini hanya bisa dilakukan pada citra satelit format digital. Interpretasi digital dilakukan dengan memperhatikan nilai/pola spektral pada pixel suatu citra sehingga dapat membedakan objek satu dan yang lainnya. Sementara itu, interpretasi manual merupakan upaya untuk mengenali objek pada citra berdasarkan unsur-unsur interpretasi. Interpretasi visual dapat dilakukan pada citra digital di komputer maupun pada citra yang telah tercetak. Interpretasi pada citra yang telah tercetak dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar atau secara monoskopis dan dengan menggunakan stereoskop atau secara stereoskopis.

Dalam melakukan interpretasi secara manual, terdapat unsur-unsur interpretasi yang dapat menjadi kunci untuk mengenali ketampakan yang ada pada citra. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

  1.    Rona/Warna

Rona adalah gelap/terangnya tampilan citra berdasarkan proporsi radiasi atau emisi spektrum elektromagnet yang dipantulkan objek dan ditangkap oleh sensor. Tiap objek di permukaan bumi memiliki karakteristik tersendiri dalam memantulkan sinar yang mengenainya. Apabila pantulannya rendah, maka ronanya tampak gelap (hitam). Sementara itu, apabila pantulannya tinggi, maka ronanya tampak cerah (putih). Contohnya, air sungai yang jernih akan menyerap energi dan pantulannya rendah sehingga pada citra akan tampak gelap/berwarna hitam. Sebaliknya, apabila sungai tersebut keruh yang disebabkan oleh banyaknya sedimen, maka ronanya akan lebih cerah karena sedimen tersebut menyebabkan pantulan lebih besar.

  1.    Bentuk

Bentuk adalah konfigurasi umum dari objek. Bentuk merupakan kunci pengenalan yang penting karena banyak objek yang bentuknya khas sehingga sering kali pengenalannya pada citra dapat dilakukan berdasarkan pada bentuknya saja. Dalam hal ini, bentuk bentang budaya lebih sederhana, teratur, dan mudah dikenali daripada bentang alamiah.

  1.    Ukuran

Ukuran meliputi panjang, lebar, luas, dan kemiringan dari suatu objek. Bangunan yang digunakan untuk perkantoran, sekolah, atau pabrik, umumnya lebih besar daripada bangunan yang digunakan untuk rumah. Jalan yang lebih lebar dapat menunjukkan jalan utama, sedangkan jalan yang lebih sempit menunjukkan jalan lokal atau gang.

  1.    Bayangan

Adanya bayangan menunjukkan bahwa terdapat objek yang menghalangi sinar matahari. Sinar matahari tidak dapat mengenai suatu objek tertentu karena terhalang oleh objek lain. Bayangan merupakan kunci pengenalan yang penting karena bentuk bayangan dapat mencerminkan objek, seperti menara tinggi, cerobong asap, lereng terjal, dan sebagainya. Dalam penelitian geomorfologi, panjang bayangan juga dapat memperjelas bentuk lahan di permukaan bumi. Akan tetapi, bayangan juga dapat menutupi beberapa objek sehingga menyulitkan dalam pengenalan objek.

  1.    Tekstur

Tekstur merupakan gabungan dari unsur-unsur yang terlalu kecil untuk dibedakan tersendiri, yaitu gabungan antara rona, ukuran, jarak satu sama lain, susunan, dan efek bayangan. Tekstur juga dapat didefinisikan sebagai frekuensi rona pada citra. Tekstur dapat dibedakan menjadi kasar atau halus, seragam atau tidak seragam, granular atau linear, wooly (seperti bulu) atau mottled (tidak teratur/belang- belang), dan sebagainya.

  1.    Pola

Pola adalah susunan keruangan dari suatu objek. Pola dapat dijumpai pada ketampakan alam maupun buatan manusia. Misalnya, pola permukiman (buatan manusia), pola aliran yang menunjukkan kondisi geologi dan geomorfologi, pola singkapan batuan, pola patahan, dan sebagainya.

  1.    Situs

Situs adalah lokasi suatu objek dalam hubungannya dengan lingkungan sekitarnya. Situs juga dapat didefinisikan sebagai lokasi atau satuan terkecil dari medan. Sebagai contoh, banyak vegetasi yang secara karakteristik terikat pada situs tertentu, seperti rawa dan tanggul sungai.

  1.    Asosiasi

Asosiasi adalah pengenalan objek berdasarkan hubungannya dengan objek yang lain. Sebagai contoh, adanya lahan kosong yang dekat dengan gedung mungkin merupakan halaman atau lahan parkir. Jadi, asosiasi dapat membantu untuk mengenali suatu objek berdasarkan keberadaan objek lain. Asosiasi tidak hanya untuk ketampakan buatan manusia saja, tetapi juga untuk ketampakan alam. Misalnya, pola aliran radial menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan kerucut gunung api, pola aliran anular menunjukkan bahwa daerah tersebut adalah pegunungan dome. Tentu kepastian pengenalan objek yang diinterpretasi harus didukung dengan unsur interpretasi lainnya.